Kuliner khas Probolinggo dan Bondowoso sering terlewat, padahal dua kota ini adalah gerbang utama menuju Bromo dan Kawah Ijen. Banyak pelancong hanya numpang lewat tanpa mencicipi rawon legendaris, ketan kratok, tape manis, atau kopi arabika lereng Ijen. Berikut 12 kuliner dan oleh-oleh yang layak masuk rencana perjalanan Anda di jalur Bromo-Ijen.

Kenapa Mampir Wisata Kuliner di Jalur Bromo-Ijen?
Perjalanan dari Bromo ke Kawah Ijen hampir selalu melewati Probolinggo di sisi utara dan Bondowoso di sisi timur. Dua kota ini punya karakter rasa yang berbeda: Probolinggo kaya hidangan gurih berkuah dan hasil kebun, sedangkan Bondowoso identik dengan tape dan kopi.
Waktu transit saat menunggu jemputan jeep atau sebelum mendaki Ijen adalah momen paling pas untuk berburu rasa lokal. Jika Anda ingin gambaran rute rasa yang lebih luas, catatan perjalanan jelajah rasa dari Bromo hingga Banyuwangi bisa jadi pelengkap.
Kuliner Khas Probolinggo, Gerbang Utara Bromo
Probolinggo dikenal sebagai Kota Bayuangga, singkatan dari bayu (angin), anggur, dan mangga. Selain hasil kebun, kota ini menyimpan beberapa hidangan legendaris yang sudah bertahan puluhan tahun.
1. Rawon Nguling
Rawon Nguling adalah kuliner khas Probolinggo paling ikonik dan sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 2018. Kuahnya hitam pekat dari kluwek, dengan potongan daging sapi yang gurih dan sedikit pedas.
Warung rawon di kawasan Nguling sudah melegenda sejak lama dan kerap jadi tempat singgah pelancong lintas kota. Semangkuk rawon hangat terasa pas disantap sebelum perjalanan panjang menuju lautan pasir Bromo.
2. Soto Kraksaan
Soto Kraksaan berasal dari daerah Kraksaan yang terkenal sebagai sentra kuliner sejak era 1950-an. Ciri khasnya adalah kuah bersantan yang lebih kental dibanding soto pada umumnya, dengan daging ayam jantan yang padat.
Rasa gurih dan hangatnya cocok untuk sarapan sebelum memulai rute wisata. Banyak warung soto di Kraksaan buka sejak pagi, jadi mudah dicari saat transit.
3. Ketan Kratok
Ketan Kratok adalah kuliner tradisional Probolinggo yang terbuat dari ketan dan kacang kratok (sejenis koro). Sajian ini disiram saus gula merah dan taburan kelapa parut, memadukan rasa gurih, manis, dan sedikit asin.
Teksturnya mengenyangkan dan cocok sebagai camilan di perjalanan. Ketan kratok juga sering dijadikan oleh-oleh karena mudah dibawa.
4. Nasi Glepungan
Nasi Glepungan, atau disebut juga empog, adalah nasi yang dicampur olahan jagung atau singkong. Hidangan sederhana ini mencerminkan tradisi pangan masyarakat Probolinggo di masa lalu.
Biasanya disajikan dengan lauk kampung seperti ikan asin, sambal, dan sayur. Rasanya ringan tetapi membumi, cocok bagi Anda yang ingin mencicipi makanan rumahan khas daerah.
5. Kepiting Olok
Kepiting Olok adalah hidangan laut khas Probolinggo yang berasal dari kawasan Mayangan. Sebagai kota pesisir, Probolinggo punya pasokan hasil laut segar yang diolah dengan bumbu rempah kuat.
Daging kepitingnya manis dan padat, cocok bagi pencinta seafood. Hidangan ini menjadi alternatif menarik di tengah dominasi kuliner berkuah dan manis.
6. Mangga dan Anggur Bayuangga
Mangga manalagi dan arumanis adalah kebanggaan Probolinggo, bersanding dengan anggur Prabu Bestari yang berwarna merah pekat saat matang. Keduanya jadi alasan kota ini dijuluki Bayuangga.
Saat musim panen, buah segar ini mudah ditemukan di sepanjang jalan dan pasar kota. Mangga dan anggur Probolinggo adalah oleh-oleh ringan yang pas dibawa pulang.
Kuliner Khas Bondowoso, Kota Tape dan Republik Kopi
Bondowoso adalah gerbang jalur sepi menuju Kawah Ijen dari sisi Paltuding. Kota ini dikenal sebagai Kota Tape sekaligus Republik Kopi, dua identitas yang mewarnai hampir seluruh kulinernya.
7. Tape Bondowoso
Tape Bondowoso adalah ikon kuliner kota ini, terbuat dari singkong pilihan yang difermentasi dengan ragi khusus. Hasilnya daging singkong yang lembut, manis, dengan sedikit rasa asam yang khas.
Tape selalu hadir di acara penting warga lokal dan jadi bahan dasar banyak olahan lain. Produk ini mudah ditemukan di hampir semua pusat oleh-oleh kota.
8. Suwar-suwir
Suwar-suwir adalah permen tape khas Bondowoso dengan tekstur kenyal sedikit keras dan rasa manis pekat. Kudapan ini dibuat dari tape, tepung ketan, tepung beras, gula, dan santan.
Bentuknya balok kecil yang dibungkus kertas warna-warni, tersedia dalam varian cokelat, vanila, stroberi, hingga sirsak. Karena awet tanpa pendingin, suwar-suwir jadi oleh-oleh favorit.
9. Prol Tape
Prol Tape adalah bolu tape dengan tekstur padat tetapi lembut dan rasa manis legit. Kue ini memanfaatkan tape singkong sebagai bahan utama, menjadikannya olahan tape yang paling populer setelah suwar-suwir.
Prol tape cocok sebagai teman kopi dan mudah dikemas untuk perjalanan. Banyak toko oleh-oleh menjualnya dalam kemasan kotak siap bawa.
10. Kopi Arabika Java Ijen-Raung
Kopi Arabika Java Ijen-Raung adalah kebanggaan Bondowoso yang tumbuh di lereng Ijen-Raung pada ketinggian 900 sampai 1.500 meter di atas permukaan laut. Kopi ini sudah mengantongi sertifikat Indikasi Geografis dan sebagian produksinya menembus pasar Eropa.
Karakternya beraroma kuat dengan sentuhan floral, body sedang, dan rasa manis yang tidak terlalu pahit. Mencicipinya langsung dari daerah asal adalah pengalaman yang sulit ditiru di tempat lain. Setelah turun dari Ijen, secangkir kopi ini melengkapi daftar kuliner favorit setelah pendakian Kawah Ijen.
11. Nasi Mamong
Nasi Mamong adalah hidangan khas Bondowoso berbentuk kerucut mini setinggi sekitar 10 sentimeter. Nasinya dimasak dengan daun jeruk, serai, santan, dan daun salam sehingga harum dan gurih.
Aromanya yang kuat membuat hidangan ini mudah diingat. Nasi Mamong menjadi pilihan menarik bagi Anda yang ingin menu utama selain olahan tape.
12. Rujak Gobet
Rujak Gobet adalah jajanan segar khas Bondowoso berupa serutan buah dengan bumbu rujak manis pedas. Rasanya menyegarkan dan pas dinikmati di siang hari yang panas.
Hidangan ini menyeimbangkan dominasi rasa manis dari kelompok olahan tape. Rujak gobet mudah ditemukan di pasar dan warung jajanan tradisional.
Kisaran Harga dan Jenis Kuliner
Berikut gambaran umum untuk membantu Anda menyiapkan anggaran kuliner. Harga bersifat perkiraan dan dapat berubah tergantung tempat serta musim.
| Kuliner | Kota | Jenis | Perkiraan Harga |
|---|---|---|---|
| Rawon Nguling | Probolinggo | Makanan utama | Rp20.000 - Rp40.000 |
| Soto Kraksaan | Probolinggo | Makanan utama | Rp15.000 - Rp30.000 |
| Ketan Kratok | Probolinggo | Camilan | Rp10.000 - Rp20.000 |
| Tape & Suwar-suwir | Bondowoso | Oleh-oleh | Rp15.000 - Rp40.000 per kotak |
| Prol Tape | Bondowoso | Oleh-oleh | Rp25.000 - Rp50.000 per kotak |
| Kopi Ijen-Raung | Bondowoso | Oleh-oleh | mulai Rp30.000 per kemasan |
Tips Wisata Kuliner Saat Trip Bromo-Ijen
- Manfaatkan waktu transit. Mampir kuliner saat menunggu jemputan atau sebelum pendakian agar perjalanan tetap efisien.
- Siapkan uang tunai. Banyak warung dan toko oleh-oleh tradisional belum menerima pembayaran digital.
- Beli oleh-oleh di akhir. Tape dan prol tape lebih awet jika dibeli menjelang pulang.
- Tanyakan menu halal. Sebagian besar kuliner di sini halal, tetapi tetap pastikan sebelum memesan.
- Cicipi kopi di daerah asal. Kopi Ijen-Raung terasa lebih istimewa dinikmati dekat perkebunannya.
Mengatur sendiri rute kuliner sambil mengejar jadwal sunrise memang bisa merepotkan. Jika ingin praktis, paket wisata Bromo Kawah Ijen 3 hari 2 malam sudah mengurus transport dan waktu transit, sehingga Anda tinggal menikmati perjalanan. Gambaran pilihan rute lengkap juga bisa dibaca pada panduan combo tour Bromo Ijen Tumpak Sewu.
Jelajahi Rasa di Jalur Bromo-Ijen
Kuliner khas Probolinggo dan Bondowoso menawarkan tiga daya tarik sekaligus: hidangan utama legendaris seperti rawon nguling dan soto kraksaan, aneka oleh-oleh berbahan tape, dan kopi arabika lereng Ijen yang mendunia. Menyelipkan wisata kuliner di sela perjalanan membuat trip Bromo-Ijen terasa lebih kaya, bukan sekadar mengejar foto.
Ingin menikmati semuanya tanpa repot mengatur rute dan waktu transit? Rencanakan perjalanan Anda bersama tim kami.